Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Friday, December 14, 2012

Bosan

Aku bosan mengucap rindu dan tidur dalam balutan pilu.




Ini tulisan pengalih pikiran, pelarian dari rasa bosan. Sepi. Kosong. Alih-alih bingung ingin melakukan apa, saya malah terdampar disini. Menuliskan apa saja, biar saja tidak sesuai ejaan atau pemilihan kata yang benar. Saya cuma...kesepian.
Kata-kata di sudut kanan atas itu mungkin sedikit menyimpang dari tema, tapi saya suka rima-nya. Itu kalimat pertama yang terpikir bahkan sebelum menuliskan judul untuk tulisan ini. Padahal sebenarnya saya cuma bosan. Tugas-tugas minggu ini membuat waktu tidur jadi kacau. Kadang saya tidur disaat semua orang bangun, dan terjaga semalaman saat semua orang lelap. Akibatnya otak saya juga kacau, kata-kata dan perbuatan juga tidak sejalan dengan maunya hati, termasuk saat menulis posting ini dengan kalimat formal. Aneh.

Bicara tentang tugas, mungkin saya yang terlalu manja atau banyak mengeluh, mungkin sepenuhnya salah saya juga yang gak seharusnya ngeluh sana sini, tapi rasanya beban deadline 2 summary selama satu minggu itu rasanya kok nyiksa ya. Entah apa menurut orang lain, tapi bagi saya deadline secepat itu dengan bahan yang baru diberikan beberapa hari yang lalu itu bikin otak saya malah pecah kemana-mana dan mungkin hasilnya sama sekali gak maksimal. Alibi? Bagi saya gak. Resiko saya harus terima apapun yang dikasih, termasuk penambahan tugas tiba-tiba yang seharusnya bukan jatah saya. Saya gak tau peraturannya darimana, tapi selama posisi saya cuma dibawah dan orang itu punya power, selamanya saya cuma bisa berusaha mengerjakan yang diperintahkan. Dan maaf sebelumnya, ini sama sekali no offense.

Akhirnya saya berakhir pada satu kesimpulan. Mungkin saya cuma lelah dan butuh tidur.

Monday, November 19, 2012

Postingan ditengah Hapalan

Lirik kanan, tumpukan textbook. Toleh kiri, notes dan kertas-kertas catatan.
Well, this is how I spend my night.



Minggu-minggu ujian mungkin masa-masa paling menyiksa buat makhluk seperti saya -yang baru aja terima almamater, yang baru tau rasanya kuliah- Baiklah mungkin agak hiperbola. Tidak menyiksa, cuma sedikit mengurangi jatah tidur. Apalagi yang shift ujiannya pagi-pagi buta. Kurang bahagia apa coba.
Jadi sistem ujian disini itu agak beda mungkin ya. Mungkin universitas lain ujiannya dikelang (ngerti ngga kelang? Di jeda gitu loh) satu atau dua hari antara satu mata kuliah sama mata kuliah lain. Tapi disini sistemnya, "berlibur-libur dahulu barulah mabok kemudian". Gimana ngga? Dikasih hari tenang 5 hari, setelah itu tiga hari berturut-turut ujian dengan mata kuliah yang...cius cumpah susah. Abis itu libur lagi lima hari dan ujian lagi dst dsb.

Masalahnya adalah, sudah sifat wajib manusia menunda-nunda pekerjaan. Libur lima hari itu tujuan normatifnya ya dipake belajar buat ujian yang tiga hari berturut-turut tadi. Tapi apa mau dikata, apa daya upaya, malas tidak terelakkan. Hari pertama libur mikirnya ya, alah baru juga hari pertama, santai ajalah. Hari kedua, udah besok-besok juga bisa, masih ada tiga hari ini. Hari ketiga, besok deh ya. Nah baru pas menjelang hari keempat selesai dan menuju hari terakhir liburlah, akal sehat baru jalan. Where have you been huh? HAHA.

Apalagi godaan ada banyak. Pertama, bales dendam waktu tidur. Beberapa minggu ini jadi sering tidur pagi gara-gara project ICOBIRD-nya HI. Bikin video stop motion sampe pagi sementara besok pagi-panginya mesti jadi liason officer Prof. Elliot. Tidur jam setengah lima pagi itu masih mendingan, banyak temen-temen yang bahkan ngga tidur sama sekali. Makanya libur yang beginian jadi ajang bales dendam. Si Kathlin aja tuh kemaren yang kebagian jatah ngga tidur sama sekali selama dua hari berturut-turut, jadinya pas ada kesempatan bales dendam dia tidur udah kayak orang mati.
Kedua, si-serigala-ganteng-berbadan-kekar-ku itu sudah memenuhi bioskop-bioskop seantero Indonesia. Breaking Dawn Part 2 memang godaan paling dahsyat apalagi Jacob Black-nya. Can't imagine before that the ending would be like this. Perspektif awalnya sih full of romantic stuffs, ternyata sutradaranya cukup pinter bikin ending yang kalo kata Syahrini sih cetar membahana badai. Anyway it's the best recommended movie of the year I think.

Besok itu hari kedua ujian berturut-turut setelah lima hari libur. Indonesia dalam Persfektif. Politik. Ekonomi. Besok lusanya lagi Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Realisme. Liberalisme. Marxisme. Belum lagi tugas summary Sejarah Dunia Modern yang sampe sekarang intinya pun masih jadi bahan pikiran. Bunuh aja bunuh..




Tadinya sih mau upload foto tumpukan buku, tapi males mindahin dari hape.
Yang ini kayaknya lebih 'touchy' *alibi*





Well yah, mari kita kembali pada pelukan buku-buku dan catatan-catatan cantik ini. Semoga setidaknya masih ada kesempatan tidur malam ini.
Selamat malam, semoga yang sakit bisa cepat sembuh. Selamat tidur.

Tuesday, November 16, 2010

Tuesday, Bloody Tuesday ..

Yes, welcome tuesday! Kenapa judulnya gitu ya? kalo lagunya paramore kan 'Sunday, bloody sunday..' nah ini kok malah selasa? Yep, Selasa berdarah. You'll know the reason in the end of the post.

As usual, selasa kali ini berjalan seperti biasanya, kawan. Gue tetep tidur, tetep makan, tetep jailin orang (hehe), dan tetep sekolah. Sekolah? Ini dia yang bikin mood berkurang. Secara besok kita pada ngerayain Idul Adha. Sekolah laen juga udah pada liburan, eh guenya? Masih menghadapi macetnya selasa pagi. But its okay, just give thanks to Allah with all of the things that we got today. Hargai hari ini seolah ini adalah hari terakhir kita hidup. Pelajaran going on quite easier than yesterday. Hari ini dimulai dengan bahasa korea sama bahasa inggris, ampun gue suka deh. Hari ini korea belajar conversation terusnya bahasa inggris bikin introductory paragraph. Haha, the common thing that I always do at LIA.

Abis itu dilanjutin sama fisika. Dan, gurunya gak masuk. Thank God! jadinya di jam kosong itu gue ngisi waktu sambil ngobrol sama Bontio-Mia-Juniver, terus nglanjutin tugas pasang payet gue. Haha ini tugas gak selesai mulu, ini aja sebelom posting gue nyempatin bikin. And the last subject is TIK, and this is the problem guys. And also the reason why I got tittle above. According to the previous post, gue udah cerita kan kalo whole laboratorium sekolah gue itu letaknya terpisah sama gedung utama. Nah, jadinya kita rada-rada telat gitu lantaran bel ganti jam pelajaran itu bunyinya pelan banget entah kenapa. Gue udah nyium bau-bau kena marah nih, kita telat lima menit masuk lab komputer aja naudzubillah marahnya tuh si pak eko, apalagi ini ? Damn.

Jadinya kita sekelas berasa gembel gitu nungguin di depan labor sampe marahnya reda. Haha ccd banget dah, mana gue lupa take picture lagi. LOL. Nah lagi nganggur-nganggurnya nunggu, ada sesosok kakak kelas 3 yang masuk ke ruang komputer dengan kondisi tangan sampe siku yang berdarah-darah. Jeng jeng. I mean, bener-bener berlumuran lho. Gila. Eh, belom abis bengongnya malah satu lagi nyusul dengan keadaan yang lebih parah. Dari atas sampe bawah ancur berantakan, seragam sama celananya sobek, terus dua tangannya sampe bahu berlumuran darah semua. Ampun deh nih orang dua. Kirain TKI abis disiksa darimanaaa gitu.

Being shock, gue sempat liat si tata kayak trauma gitu. Badannya ngadep ke arah dinding sambil tutup muka. Wah nih anak parno liat darah. Dengan naluri kesetiakawanan gue kesitu terus nyolek bahu dia.

*berikut dialog dengan bahasa palembang medok

Gue : 'Ta?'

Tata: 'Hm?' #masih ngadep dinding

Gue : 'Ngapo?' #masih colek-colek

Tata: 'Dak papo yuuu'

Gue : 'Takot jingok darah ye?'

Tata: '...'

Sumpah kocak abis tuh si tata, kayak tentara aja ngadep mepet ke dinding. Dan akhirnya setelah denger dari sumber yang dapat dipercaya, ternyata the accident happened because of the accident too. Mereka mau ngehindar dari tabrakan beruntun, eh malah mereka yang jatoh. And it happened because they wanna deliver their task from their house to the school lho. Saking mau cepetnya gitu, ckck. Dengan alasan menghargai privasi orang tersebut, maka fotonya gak gue masukin kesini #sebenernya lupa

Overall hari ini berjalan baik-baik aja, totally according to the mood. This is just a typical of a random post. Happy Idul Adha, minal adin walfa idzin. Semoga opor dan sop ketan ayam buatan gue enak.

Sunday, November 14, 2010

This Tiring Two Weeks

Hi everybody! lets take a breath and start this post with a genuine smile. Oke, as you know bentar lagi anak-anak SMA bakal ngadepin ulangan semester, jadinya sekarang lagi musimnya ulangan harian sama kumpul-kumpulin nilai praktek alias praktikum. And I mean, musimnya praktikum di sekolah gue ini beneran satu minggu all about practicums. Dari fisika ampe kimia, seluruh pelajaran bahasa, ada aja yang bikin gue ke lab. Jadinya kita-kita jarang deh ada di kelas.

And you know kalo mau praktikum kan mesti ke lab tuh, nah labnya sekolah itu ada di gedung yang misah sama gedung utama. Jadi khusus gedung buat whole laboratoriums gitu. Dan jaraknya, mesti nyebrangin lapangan basket sama lapangan voli dulu. Daaaaan kalo lagi praktikum, di kelas gue biasanya ada oknum-oknum yang tangannya suka gatel jadi fotografer dadakan. Itulah gue dan Elisabeth Mia Angeline, tapinya si Mia suka pake hapenya Bontio buat foto, jadinnya lumayan kan bisa disalahin kalo ketauan guru.

Well, we start from PHYSICS. Fisika oh fisika. Praktikumnya tentang gaya pegas gitu deh, bikin percobaan pake per dan bandul gitu. Gue satu kelompok sama Imanuel, Yenni, Mika, sama Chaterine. Dan inilah keadaan TKP pada saat itu.

buku fisika, pena, sama pemberat 150 gram #gakpenting

Imanuel si jenius fisika (untung satu kelompok)

hasil percobaan gue yang catet

iseng-iseng potret ke belakang (itu si tata matanya lurus abis)


Haha dikit banget ya, abisnya diliatin mulu sama bu anita.Next, CHEMISTRY.

tabung reaksi




si Bontio lagi panasin cairannya


Sok serius


Tangannya bontio



another tabung reaksi

Next, BIOLOGY. Kali ini praktek pengujian kandugan gizi pada makanan. Jadinya kita bawa bahan kayak roti, ikan, buah, kentang, tepung terigu, sagu, sama tepung kanji. Well nice actually gue suka.

cairan dari bahan yang udah dicampur bahan kimia terus di panasin dan berubah warna

Si Mia ulang tahun jadinya kita sempet ngerjain dia gitu deh. Si Bontio akting pura-pura hapenya ilang terus nyalahin Daniel. Seru abis sampe ada adegan ampir berantem gitu dengan Mia sebagai pelerai yang yah sesuai harapan kita-kita dianya panik gitu. Pas tau diboongin, eh dia nangis gitu sambil niat bales dendam kalo nanti ada yang ulang tahun. Kita satu kelas tuh orangnya sedikit, overall cuma 21 orang dan kebanyakan cewek. Maybe thats why we never have any blocks or group, we're all united.

kuenya dengan sukses diabisin salam satu gigitan sama Bontio dan Daniel


Weekend masih aja diisi sama pelajaran tambahan dengan latian soal sebanyak-banyaknya, bikin gue pusing dan banyak yang kelupaan karna semuanya numpuk.


ini anak dua kayak gak pernah makan aja


Bontio makan siang sebelom bimbel (itu yang bungkusnya udah bersih bekasnya Crystina, buset)

Thats all about this tiring two weeks, wish me luck on the exam.

Friday, October 22, 2010

Review Mid Term

Sebernya posting ini bener-bener telat. I mean, udah dua minggu UTS lewat, tapi kepikiran aja buat curhat tentang masa-masa yang entah bisa gue sebut bahagia atau suram ini. Ada ya yang nganggep UTS itu masa-masa yang indah? Bodo ah, mind your own opinion.

and this is the review completely.Monday, October 4th 2010

Hari pertama dibuka sama PKN dan BAHASA INDONESIA. Well, cukup menyiksa otak gue buat ngehafal bahan ulangan PKn yang buanyak itu. Malem sebelom ulangan, gue masi tetep kekeuh buat online. Pas ujian, PKN ada agak lumayan banyak bagian yang lupa. Setelah coba diinget dan buntu, akhirnya nyontek jadi pilihan terakhir. Back then, gue juga anak SMA biasa yang bisa nyontek. Yakali. Bahasa Indonesia berjalan dengan lancar. Walaupun gue harus repot nulis jawabannya di kertas sementara dulu, takut salah soalnya. Biasa, teacher commonly.
Tuesday, October 5th 2010

Hari kedua pelajaran AGAMA dan BAHASA INGGRIS. Buat bahasa Inggris sih, I have no problem overall. And then, Agama? Masalahnya ini bukan pure agama gue, ini pelajaran agama secara keseluruhan. Mampus. Okay, stay cool. Gue coba jawab. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh soal udah bisa gue jawab. Sisanya? terpaksa minta tolong sama partner sebangku sementara selama UTS, Maria Ida. Ini anak agamanya beda sama gue, jadi thank God selamat karna dia.
Wednesday, October 6th 2010

Hari ini pelajarannya mulai nyiksa sebagian otak. Kita sambut BAHASA KOREA dan MATEMATIKA. Bahasa Korea gampang-gampang susah, cuma kadang lupa grammarnya doang. Well as usual, matematika kan musuh anak sekolahan. Ujian ini cuma 5 soal tapi beranak pinak banyak. Mana yang ngawas si Pak Doraemon lagi. Oh kertas ujian, telanlah aku.
Thursday, October 7th 2010

Hari ini gilirannya BIOLOGI sama FISIKA. Malem sebelumnya, gue belajar fisika mati-matian. Ngerjain soal bejibun sampe rasanya mau nagis. Paginya, gue bangun subuh-subuh buta ngehafal biologi. Komat-kamit kayak orang gila di mobil pas di jalan. Dari kelas 1, gue selalu takut gak lolos kelas biologinya Bu Acha, dan alhamdulillah gue selalu selamat. Target gue, harus bisa dapet nilai jauh di atas standard UTS ini. Selama ngerjain soal biologi, gue berusaha mati-matian nginget semuanya yang udah gue masukin ke kepala semalem. Ya Allah tolonglah aku. Sampe pada saat fisika, gue harus maksa otak gue buat ngerjain soal ini dengan tenang. Gak ada gunanya panik, bikin gue makin takut. Satu kata di otak gue, gue pasti bisa. Satu setengah jam gue sibuk sama soal, pensil, penghapus, dan kalkulator. Dan dengan leganya gue kasih lembar jawaban gue ke pengawas.
Friday, October 8th 2010
SEJARAH. Lagi-lagi gue kepentok sama hafalan. Ini tentang kerajaan Hindu-Budha-Islam di Indonesia gitu. One specific question I still remember, 'Mengapa Empu Sendok memutuskan untuk memindahkan kerajaan Medangkamulan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur?'. YA KALI GUE TAU?! Disana banyak stok sendok banyak kali. Aku pasrahkan nilaiku padamu Bu Solida. Penutup yang paling keren, KIMIA. Naudzubillah soal-soalnya mau bunuh gue. Ada 8 lagi. Bu Tri, telanlah aku bulat-bulat.


That's all about the review. Semua hasil UTS udah dibagiin bahkan rapotnya juga. Bener dugaan gue, kimia sama matematika gue dapet nilai standard di rapot. Meh, who cares? I got my own specialities. Biologi sesuai harapan gue dan kalo misalnya kalkulator gue nunjukkin hasil yang bener waktu cari hasil akhir Arc.tan, nilai fisika gue udah perfectly 100. Tapi 98 udah cukup bikin gue jingkrak-jingkrak. I beat you, mid term!

Tuesday, May 25, 2010

Tragedi SMA Methodist 1 Palembang (Part 1)

Ok, it sounds creepy anyway.
Mungkin juga kalo gue baca judul yang kayak gini, gue bakal mikir kalo tragedi yang dimaksud itu misalnya gempa, tsunami, atau hujan batu. Tapi faktanya adalah setelah gue cerita mungkin ada yang bakal ketawa, nganggep ini gak penting, atau mikir kalo judul sama sekali gak nyambung sama isinya.
Tapi bagi gue ini the worst nightmare ever since I started my high school life, kejadian yang sangat menguras rasa malu.

Well. Gue udah lupa itu tanggal berapa, yang jelas gue baru beberapa bulan sekolah disana. Waktu itu hari rabu, dan menurut gue semuanya lancar-lancar aja dari pagi. Yang bikin gak lancar cuma hujan yang turun deres banget dari jam 10 pagi. Sebenernya sih gue suka hujan, masih lebih mending daripada panas. Kalo diinget-inget juga rasanya gue udah lama gak maen ujan. Tapi kalo ujannya udah berlebihan dan betah gak mau berhenti, gue jadi males sendiri. Secara ujan itu datengnya keroyokan dan gue sendirian. Krik...krik... Awkward.


Dua jam terakhir hari itu diisi sama pelajaran TIK yang mengharuskan gue berkelana ke lab komputer. Pas gue keluar kelas dan ngelewatin perpustakaan, ternyata ada beberapa bagian di balkon lantai dua sekolah gue itu yang tergenang aer. Gue yang jiwa anak-anaknya masih ada, langsung aja nginjek itu aer terus nyipratin kesemua penjuru.
Dan langsung saja saudara-saudara, temen-temen sekelas gue yang kena ciprat langsung teriak dan lari sana-sini. Gue yah adem ayem aja, hahahaha. Dan banyak sekali omelan-omelan yang keluar dan didedikasikan cuma buat gue. Misalnya,

A : 'Ah!!!! Basah nih roknya!'

B : 'Ay! Ini rok masih mau dipake buat besok!'

C : 'Ya Allah....'

well forgive me with my childish-things. Gue tetep aja ketawa ketiwi gak sadar dosa. Sampe pada waktunya pembalasan itu datang ke gue. Then I know karma does exist. Selesai pelajaran TIK, gue langsung keluar dari lab komputer dan berhubung itu pelajaran terakhir yang ditandai dengan bunyinya bel, gue langsung aja turun tangga sambil sedikit loncat-loncat. Tanpa memperhatikan kalo tangganya licin gara-gara abis ujan. Dan..

BRUK. Gue jatoh aja dengan indahnya. Dengan posisi duduk dan nurunin beberapa tangga kayak maen perosotan. Orang-orang yang jalan di belakang gue shock dan kebanyakan tutup mulut, ada juga yang cekikikan. Disaat seperti ini gue bingung mesti gimana. Pilihannya ada dua; (1. Gue noleh ke mereka sambil bilang, 'Lo semua masuk acara kena deh! atau 2. Gue nangis tersedu-sedu terus pulang mandi shower).

Karena masih punya rasa malu, gue langsung berdiri aja belagak gak tau. Classy as hell. Terus langsung cabut, malu banget. Sumpah. Pas baru aja jatoh, gak kerasa apa-apa, tapi pas udah di deket gerbang, punggang gue sakiiiiit banget. Ampun dah. Gak lagi-lagi deh gue nyipratin aer becek ke orang-orang. Dari peristiwa ini sebaiknya kita mengambil sisi positifnya aja. Tapi gue ragu apa ada hal yang positif dari peristiwa jatohnya gue.

Pesan singkat : Sedia payung sebelum hujan.

Thursday, October 1, 2009

Makhluk-makhluk di Kelas

Judulnya kayak serem banget ya? You know la, maksud gue ‘makhluk dikelas’ itu artinya temen-temen dikelas gue yang sekarang, kelas sepuluh satu (X.1) Mereka emang rada aneh bin ajaib. Posting ini terinspirasi sama post punya temen gue, Daniel. Dia juga bikin posting tentang kelas X.1 gitu. Gue juga jadi pengen, jadi ikutan deh *ketauan banget kalo nggak kreatif*

Anyway, kalo pengen liat postnya Daniel, liat aja blognya di danielbonardopurba.blogspot.com. Dan bandingin postnya Daniel, sama post gue ini. *gue mesti dapet royalti atas promosi blog lo, Daniel!* Ok. back to our main topic, kelas gue yang sekarang itu sangat amat keren. Yang cewek hobinya belajar , gossip, ngomongin Boys Before Flowers, dan kegiatan cewek yang laen. Yang cowok hobinya ngegosip (tetep), ngobrol, ketawa gak jelas, bikin ulah, ngisengin orang, dll dsb dst. Gue duduk dibarisan keempat dari pintu, dan di bangku kedua dari belakang barisan gue itu (nggak penting banget ya?) Barisan gue itu, yang duduk cewek semua. Kecuali seorang (eh seorang ato seekor?) makhluk cowok yang bernama Herbang.

Dia duduk dibangku paling belakang, disudut kelas. Tepatnya dibelakang gue. Dia duduk dibelakang itu karena dipindahin guru. Herbang ini ketua security kelas. Orangnya item, suka ngeledekin gue sama temen-temen gue. Tapi kadang kita suka kompakan ngeledikin makhluk yang bernama Reni.

Siapakah Reni itu sodara-sodara?
Reni yang punya badan paling subur dikelas gue ini, duduk disebelah Herbang. Hobinya makan, sesuai sama badannya yang kalo nimpa gue, bisa bikin gue laksana ayam penyet. Dulu Reni duduk sebangku sama gue, tapi karena badannya yang diduga bisa menghabiskan 2 bangku sekolah sekaligus, atau dengan kata laen gede tinggi, dia dipindahin dibelakang sama Herbang. Reni itu suka nyiksa, gue yang badannya jauh lebih kecil dibanding dia, sering banget teraniaya. Dicubit, digaplok, dilindes. (kalo yang terakhir itu boong). Tapi dia orangnya baek kok.


Ratna, cewek berkacamata satu ini hobi banget ke WC. Mungkin salah satu bakatnya itu adalah memproduksi cairan secara berlebih kali ya? Atau mungkin dia udah mengidap penyakit KecanduanBauWc ? Tuhan yang tau, kawan. Ratna itu orangnya kecil, putih, dan suka banget senam. Gara-gara hobinya yang suka ke Wc itu, dia suka gue julukin ‘Hantu WC’.

Yeni dan Yulita, mereka berdua duduk didepan gue dan Ratna. Mereka pinter banget kalo soal Matematika. Yeni ini orangnya kecil buntel, rasanya pengen gue gelindingin (piss, yen!). Hobi banget berantem sama Reni. Dia orangnya baek, lucu sama kayak Yulita., rela kalo PR Matematikanya gue contek.

Sucing dan Novriyanti. Dua orang yang duduk dibangku paling depan barisan gue ini, lumayan pendiem. Kalem kalem gitu. Sedangkan gue? gue adalah cewek paling imut yang ada dibarisan itu (yaela, narsis mulu). Serius, sebenernya gue nggak bisa nilai diri gue sendiri itu gimana. Jadi kalo entar ada yang kasih comment di post kali ini, tolong sekalian kalian kasih comment tentang gue yah.

Ok, itu semua makhluk-makhluk yang duduk satu barisan sama gue. Tapi tenang, yang laen kebagian kok! Penghuni X.1 yang laen:
Felix, namanya itu kayak nama latin kucing. Tapi orangnya nggak imut kayak kucing. Nih cowok asli playboy banget. Jam 5 sore baru putus, jam setengan 8 malemnya udah dapet cewek lagi. Buset dah. Kapan PDKT-nya ? Pantes namanya Felix, bakat jadi kucing garong sih. Ferdy, orang yang selalu ikhlas pulsanya diambil kalo gue lagi pinjem hapenya buat OL di sekolah (ketauan banget kalo sering nyusahin orang)

Servie dan Santi. Santi ini hampir mirip sama Ratna, hobi banget ke WC. Servie itu orangnya BBF mania. Seluruh isi memori hapenya tuh BBF semua. Dari foto, video, soundtrack lagu, sampe tema yang dia peke pun tokoh-tokohnya BBF.

Puput dan Oliv. Dua orang ini sering bareng gue kalo lagi paduan suara. Oliv yang suka dipanggil Ove ini, suka banget nyanyi. Cita-citanyanya pengen jadi penyanyi terkenal. Sedangkan Puput ini orangnya narsis banget. Gue sama dia pernah ngelilingin satu komplek Methodist buat foto-foto. Gila keterlaluan.

Daniel. Nih orang aneh banget. Cara ngomongnya itu yang bikin gue sama temen-temen gue suka ketawa. Hobinya ngeledekin orang, apalagi gue. Suka banget manggil gue ATM. Padahal gue nggak suka dipanggil gitu. ATM itu singkatan nama lengkap gue, dan suka dipake sama temen SD gue dulu kalo lagi manggil gueJulukan itu bangkit lagi gara-gara temen satu SMP gue yang kebetulan sekarang satu kelas lagi sama gue, namanya Yoga. Yoga orangnya pendiem, tapi juga kadang suka ngegosip, ketawa, atau nyeletuk ngasal kalo lagi pelajaran. Yoga ini salah satu anggota security kelas yang tugasnya ngamanin kelas. Dia ini temen satu SMP gue. Dia yang nyebarin julukan ATM ke seluruh penjuru kelas. Hasilnya, si Daniel atau Felix sekarang suka manggil gue ATM. Mereka emang aneh bin ajaib. Tapi tanpa mereka, X.1 nggak akan rame. Oke deh, sebenernya masih banyak banget yang pengen gue tulis. Tapi buat post kali ini, segitu aja cukup kan? Ntar bakal gue sambung lagi deh.

See ya on the next post!

Monday, September 7, 2009

Benar-benar Puasa

Judulnya bikin bingung ya? Begitulah. Puasa tahun ini bener-bener nguji iman gue dan makan hati. Gini, tahun ini gue mesti ekstra kuat iman buat nahan puasa. Secara sekolah gue itu mayoritas penduduknya non muslim; Buddist atau Christian, jadi gue harus super duper sabar. Perfect. Temen-temen sekelas gue tuh awalnya toleransi. Pas jam istirahat yang harusnya mereka punya hak buat jajan dan gue gak punya hak ngelarang, mereka gak mau tuh makan di depan yang puasa. Mereka tahan aja dan kalo makan pun sembunyi-sembunyi. Tapi mungkin gak tahan juga rela gak jajan demi toleransi. Gimanapun juga gue maklum sih, they have their own rights anyway. Pernah waktu itu jam istirahat, gue sama temen sebangku gue, Ratna, lagi ngobrol aja di kelas. Tiba-tiba dia ngomong gini,

Ratna : 'Ay, merem deh'

Gue : 'Hah? Merem? kenapa?'

Ratna : 'Gapapa, merem aja'

Gue : 'Gak ah, aneh deh lo. Emangnya petak umpet apa?'

Ngeliat respon gue yang bersikukuh aja gak mau merem, Ratna akhirnya pasrah aja. Terus dia ngeluarin botol aer minum dari tasnya dan dengan bangganya minum di depan gue. Gue cuma bengong aja ngeliatin, terus dia cengengesan sambil bilang, 'Udah dibilangin suruh merem, gak mau. He he he' Dan itu terjadi hampir setiap hari.

The next day, waktu gue lagi duduk-duduk di kursi guru pas jam istirahat, temen gue yang namanya Yeni, baru balik dari kantin sambil bawa jajanan banyak.

Yeni : *ngeliatin gue, terus kasi liat makanannya ke gue* 'Enak lho ay. Mau? Hehe'

Gue : *manyun*

Well..... gitu deh. Tapi sebenernya sekolah disini bikin gue makin ngehargain yang namanya perbedaan. Dimana yang latar belakangnyanya beda satu sama lain, harus bisa saling kerjasama dalam satu kelas. Kadang gue suka marah kalo ngeliat orang bisa gitu aja ngucilin orang lain cuma karena beda agama. Its not being normative or what, tapi sumpah demi apapun, itu bener-bener gak bijaksana. Karena apa yang kebanyakan orang pikir itu gak gue alamin tuh di sekolah ini. Disini, walaupun semua agama itu ada, tapi gak ada yang namanya saling cela. We appreciate each other. Gue angkat jempol aja sama temen-temen gue disini yang gak pilih-pilih temen. Padahal kadang di satu kelas itu cuma ada 2 murid yang muslim, tapi gak pernah tuh yang namanya di dzalimi dalam hal apapun. Jadi buat temen-temen yang suka memandang orang dari agamanya aja, sorry to say kalo lo termasuk orang-orang dengan cara berpikir yang sempit. Watch out, the whole universe is way greater than your tiny little room.

Thursday, July 23, 2009

In a Massive Adaptation

Oke, let's go to the main topic.

Sekarang gue udah resmi jadi anak SMA Methodist 1 Palembang. Well lets just skip the story behind it, keep it for later. Oke sebenernya SMA Methodist 1 itu lengkap banget fasilitasnya. Apapun buat kebutuhan sekolah pasti ada. Tapi yang jadi masalah, I don;t have any close friends there. Hari pertama MOS, damn I was feeling perfectly lonely. Asing gitu. You know the feeling when you're standing alone surrounded by many people but honestly you feel alone. Its kind a weird. Kayak nyasar ke tempat antah berantah. Tapi pas gue udah kelar MOS dan udah dapet kelas, yah agak sedikit berkurang lah. Seenggaknya gue punya sedikit temen baru. Rada canggung gitu pas pertama kali belajar, suasananya asing.

Its hard when you don't have anyone to share everything with. Cuma bisa cerita sama temen SMP yang lain, yang udah jauh diluar sana beda sekolah sama gue. D
an baru hari kedua belajar disini, gue udah dicekokin sama bahasa Korea. Pokoknya gue harus adaptasi besar-besaran disini. Kalo gak, gue bakal jadi pithecantropus erectus yang kelamaan dikurung dalem goa. Nggak tau apa-apa. Cupu gitu. Soalnya gue nggak mau jadi loser dan struggle di sekolah sendiri, no way. 

Soal ekskul, gue udah daftar ke english club sama jurnalistik. Kenapa jurnalistik? So let us discuss it, Buddy. Jadi, mungkin beberapa orang atau malah hampir semua orang yang kenal gue pasti tau kalo gue suka banget nulis. And from my point of view, ekskul jurnalistik bisa ngembangin hobi gue itu. As simple as that. Hopefully this is going to works well. I mean, this adaptation.